Selasa, 05 Februari 2013

fünf und zwanzig dezember

hai guys, hehe pengen cerita nih sebetulnya foto ini udah lama taken pas 25 Desember. tepatnya liburan pekan sunyi. emang gue sengaja pulang karena dari Bandung abis cari kosan buat kkn. akhirnya kita bisa juga jalan bertiga yah. sebetulnya bukan bertiga sih, tapi berempat. gue, ndo, ucil sama Indra. nah Indra itu temennya Ndo and Ucil, gue dikenalin.
well, kita cuma ke mmall doang sih. nonton di MKG, hehe ayo tebak nonton apa? nonton Habibie & Ainun dan gue nangis wkwkwk konyol banget yah. kalo gak salah di Twenty One Kelapa Gading dah. hehe tau lupa. waktu itu kan holiday jadi harga tiketnya Rp 35.000



nah ini foto Ndo didepan 21 Kelapa Gading (kalo ga salah) lupa. 

nah kalo ini lagi di department store, tapi lupa juga namanya hehe udah lama 


entah kenapa ni poto kebalik padahal udah di rotate hmmm

 nah kalo ini potonya Ucil n Ndo, kita abis nonton terus makan di Pizza Marzano







ini si Ucil lagi di lobby jadi pas waktu itu kan event nya natalan jadi dekorasi nya pohon natal sama santa clause gitu

nah ini si Ndo foto di Disc Tarra hehe gada kerjaan banget yak









nah kalo ini lagi makan es cream di La piazza, tapi lupa namanya, deket J.Co kok, waktu itu mau kesana eh penuh banget





yap sekian cerita dari gue, hehhe


Senin, 04 Februari 2013

greatest moment to Kawah Putih Ciwidey, Bandung

Haaaaiii guys balik lagi nih setelah sekian lama tak bersua di blog. 
kali ini gue mau cerita tentang pengalaman gue ke Kawah Putih sabtu kemarin, tanggal 2 Februari 2013.
well, setelah kita menempuh banyak cobaan dan rintangan heheu #alayBinLebay. 

well, let's start. kosan gue di Bandung itu daerah Kiarra Condong. 
so, kita ke terminal Leuwi Panjang by angkot 05 (warna merah). bayarnya Rp 3500.
nah dari term.Leuwi Panjang, naik angkot warna ijo jurusan Soreang dan itu lamaaaa banget ampe membusuk gue diangkot hehe #alayLagi.
terus kita turun tuh di terminal apa namanya lupa, nah terus naik lagi mobil omprengan ke terminal Ciwidey, bayarnya Rp 5000 perak dan itu sesek2an sumpah
 nah dari terminal Ciwidey naik angkot warna kuning terus turun pas di depan pintu gerbang Kawah Putih, bayarnya Rp 7000 perak. soalnya lumayan jauuuuuh bangets.


daaan bayar tiket masuknya Rp 25.000 itu udah termasuk naik ontang-anting bolak balik.


nah ini foto pas di ontang-anting. sumpah ekstrim banget naik ini, SERU!!!!!



nah ini foto kawah putih nya guys





nah ini foto gue berdua sama si Piro, sahabat gue #asek










hahaha ni foto kocak banget. orang di sebelah kanan yang lagi tiduran itu foto orang lagi ngambil foto, saking seriusnya sampe tidur0tiduran haha



ini foto peta Kawah Putih


well, ini di pintu mau keluar ke Kawah putih. banyak orang jualan stroberi. dan yang lagi gue makan adalah stroberi cokelat. harganya Rp 10.000 lumayan mahal sih, tapi enak tauuu


nah ini foto didekat peta

kalo ini foto didepan pintu masuk Kawah Putih



kalo ini foto didepan papan tulisan Kawah Putih




 hahaha ini dia penutup cerita kita, ada foto piro yg gak banget wkwk lagi nyium bunga





well, guys sekian cerita gue, for suggestion, kalo kesana bawa masker atau sapu tangan dari rumah. karena di kawah putih bau belerang nya tuh bisa bikin pusing, batuk-batuk sesak nafas. daripada beli disana mahal sekitar Rp 2500. well thank yaa see ye


Senin, 28 Januari 2013

We were getting ready to live but not living



Saya selalu berfikir kebahagiaan adalah rumah besar, mobil mewah, jabatan tertinggi, harta berlimpah. Tapi saya salah

Saya seringkali sibuk mempersiapkan diri untuk hidup, tapi justru lupa untuk menjalaninya

Saya sering berekspektasi berlebihan, mengadopsi rencana-rencana hebat tanpa mengukur pemahaman memadai terhadap diri saya sendiri

Saya lupa bahwa roh dan jiwa saya juga perlu menjalaninya, tak hanya rencana-rencana besar
Bagi saya, kebahagiaan itu lebih sederhana dari apa yang saya bayangkan
Contohnya, di ulang tahun saya yang ke 21, saya mendapat dua kado spesial dari sahabat saya. Sahabat sejak saya duduk dibangku sekolah dasar
Mungkin saya mampu membeli sepuluh atau bahkan dua puluh kado yang mereka berikan
Tapi esensinya berbeda. Mereka memberi. Dan ini merupakan kebahagiaan tersendiri buat saya
Ketika pertama membuka bungkusnya, saya hanya terdiam. Karena mereka memberi apa yang saya butuhkan

Ternyata bertambahnya usia tak menjamin kedewasaan. Saya seringkali “lupa” untuk apa saya hidup
Saya sibuk mencari pengalaman, sibuk membaca buku, sibuk menuntut ilmu, tanpa pernah menyadari untuk apa
Saya sadar, 21 tahun seharusnya saya berbenah. Berbenah dari sifat kekanak-kanakan yang terlalu berambisi tanpa asertivitas

Saya hampir tidak menyadari bahwa saya ada didunia juga karena rencana Tuhan. Lalu mengapa saya mesti khawatir?

Life is when we are enjoy the most

Satu hal lagi yang membuat saya berfikir, ibu saya mengirim pesan singkat pada pagi hari tepat pada tanggal 15 Januari yang isinya mengatakan bahwa

“Selamat ulang tahun sayang, 21 tahun yang lalu kamu lahir dan menjadi tamu istimewa buat keluarga ini”

Saat itu saya sedang sarapan pagi bersama teman saya, saya bingung bagaimana saya menyembunyikan air mata saya yang tumpah
Tanpa ekspektasi yang melambung dan kata yang berbunga-bunga.
Bahkan beliau pun tidak menggunakan kata “semoga sukses”, atau “semoga jadi anak yang shalihah” atau “semoga berguna bagi nusa dan bangsa”
Beliau, yang saya belum bisa memberikan apa-apa, bahwa sampai detik ini saya adalah tamu istimewa buat keluarganya
Saya tahu, saya adalah tamu, yang kapan saja saya bisa pergi dari sana
Tapi saya sadar, beliau mengharapkan sesuatu yang sangat besar pada diri saya
Diusia saya yang semakin berkurang ini, saya tahu bahwa saya harus menjalani hidup ini, bukan sekedar mempersiapkannya

hello girl, yes you, willis! you are too childish to live in this big world. 







Senin, 17 Desember 2012

Electric Blue


Assalamualaykum guys
balik lagi nih setelah sekian lama yah engga post di blog, mau pamer foto hehehe
ini foto taken di parkiran FE-UB setelah menonton EPC di gedung FEB lantai 3
EPC itu English Performance Class yang diadakan tiap tahun khusus untuk para maba FIB UB
mereka berkreasi bikin drama kelas guys
dan kebetulan abis nonton drama nya maba gue

ini foto sama sahabat gue, si Atika Rahmawati atau gue panggil dia Piro, hehe






kalo ini foto sama Nurin (itum) terus sampingnya si Piro





kalo ini gue foto sama itum daaan Nadia, Nadia itu WaKaHim guys (Wakil Ketua Himpunan Sastra Inggris)





ini foto sendiri, hehe



sampai jumpa di foto dan cerita selanjutnya daaaaahhhhh

wassalamualaykum

Senin, 03 Desember 2012

rindu, kangen


Saya rindu ayah
Yang dengan ikhlas menyumbangkan satu sel sperma diantara jutaan sperma lainnya
Saya kangen ibu
Yang dengan ikhlas merelakan sel telurnya untuk dibuahi

Saya rindu ayah
Yang dengan berita kehadiran saya, otaknya langsung berfikir untuk mempertahankan saya
Saya kangen ibu
Yang dengan berita kehadiran saya, nuraninya langsung lembut dan penyayang

Saya rindu ayah
Yang dengan kehadiran saya di muka bumi, ia menyambutnya dengan nama Tuhan
Saya kangen ibu
Yang dengan kehadiran saya di muka bumi, betapapun perih vagina itu saya lalui, saya tendang, saya robek, ia tetap tersenyum bahagia

Saya rindu ayah
Yang tidak tahu dirinya saya menangis kehausan, ia berfikir keras bagaimana caranya susu itu bisa hadir dikerongkongan saya
Saya kangen ibu
Yang tidak tahu dirinya saya menangis kehausan, ia tidak pernah marah tidur malamnya terganggu

Saya rindu ayah
Yang dengan tegasnya menyuruh saya untuk menjadi pemberani, tangguh, tidak cengeng, disiplin
Saya kangen ibu
Yang dengan lembutnya mengajarkan saya untuk menjadi dewasa, penyayang, penyabar

Saya rindu ayah
Yang dengan tegas menjawab ya walau tak tahu bagaimana mewujudkannya
Saya kangen ibu
Yang dengan tegas menjawab jangan walau sebenarnya ingin berkata ya karena begitu mengkhawatirkan saya

Seribu kali saya berkata rindu dan kangen,
Sesungguhnya berjuta-juta kali lipat kata itu telah kalian ungkapkan tanpa harus didengar
Tak perlu menjadi siapapun, kalian sudah begitu sempurna dalam hidup saya

Terima kasih untuk semua yang telah kalian berikan
pernikahan kalian
cinta kalian
pengorbanan kalian
darah kalian
gen kalian
kebahagiaan kalian

terkadang saya berfikir, untuk membalas kebaikan kalian yaitu dengan menjadi orang tua seperti kalian

(tengah malam di suatu malam
Sambil berurai air mata di sudut kamar kos
Menahan rindu)